Skip to main content

Model Pembelajaran CAI

Perkembangan komputer saat ini, telah mengubah konsep multimedia. Pada era 60-an,akronim kata multimedia dalam taksonomi pendidikan bukan istilah asing. Pada saat itu, multimedia diartikan sebagai kumpulan/gabungan dari berbagai peralatan media yang berbeda untuk digunakan presentasi. Pada tahun 90-an, multimedia dimaknai sebagai transmitting text, audio and graphics inreal time. Makna yang lebih luas, menurut Gayestik (Sunaryo Soenarto, 2005) multimedia sebagai suatu sistem komunikasi interaktif berbasis komputer yang mampu menciptakan, menyimpan,menyajikan, dan mengakses kembali informasi berupa teks, grafik, suara, video atau animasi. Dan menurut Phillips (Sunaryo Soenarto, 2005), multimedia interaktif mempunyai potensi untukdigunakan dalam pembelajaran dengan berbagai strategi pembelajaran, khususnya sebagai alat bantuuntuk tutorial interaktif dan pedoman elektronik.

Dalam kaitan membantu pembelajaran pebelajar, komputer dapat dimanfaatkan dalam berbagai hal, yakni dengan penemuan dan pemanfaatan mesin mengajar (teaching machine) untuk menerapkan pengajaran berprograma pada tahun 1950-1960-an hingga kemudian kemajuan bidangteknik komputer yang bertujuan sebagai bantuan dalam pembelajaran.

Dalam PBK (Pembelajaran Berbasis Komputer), terdapat istilah-istilah yang harus kita kenal,diantaranya:
a. CAI = Computer Assissted Instruction
b. CBI = Computer Based Instruction
c. CAL = Computer Assissted Learning
d. CBT = Computer Based Training
e. CML = Computer Mediating Learning
f. CBE = Computer Based Education
g. CaI = Computer Aided Instruction
h. CaL = Computer Aided Learning
i. CMI = Computer Management Instruction
j. CSRL = Computer Supported Resource Learning
k. ICAI = Intelligent CAI

Pembelajaran berbasis komputer merupakan salah satu pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran. Penggunaan komputer dalam pembelajaran biasanya dapat dimanfaatkan dalam dua bentuk pembelajaran yaitu Computer Assisted Instruction (CAI) dan Computer Bassed Instruction (CBI). Kedua bentuk model pembelajaran ini mengharus-kan setiap siswa untuk berinteraksi dengan perangkat komputer dan software program, dengan perbedaan yang mendasar dalam keluasan fungsinya.
Adapun pembelajaran berbasis computer yang akan lebih diperdalam yaitu CAI (Computer Assisted Instruction).

A. Pengertian CAI (Computer Assisted Instruction)

Pembelajaran dengan bantuan komputer (CAI) adalah tipe CBI yang dapat digunakan sendiri atau digunakan bersama dengan sistem instruksional lain. Perangkat lunak yang digunakan berfungsi untuk membantu proses pembelajaran. Manfaat komputer meliputi penyajian informasi, isi materi pelajaran dan latihan atau kombinasinya.

Menurut Herman D Surjono (1999), istilah CAI (Computer-Assisted Instruction) umumnya menunjuk pada semua software pendidikan yang diakses melalui komputer di mana anak didik dapat berinteraksi dengannya. Sistem komputer menyajikan serangkaian program pengajaran kepada anak didik baik berupa informasi maupun latihan soal-soal untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu dan pebelajar melakukan aktivitas belajar dengan cara berinteraksi dengan sistem komputer. Materi pelajaran dapat disajikan program CAI melalui berbagai metode seperti: drill and practice, tutorial,simulasi, permainan, problem-solving, dan lain sebagainya.

Menurut Nasution, CAI atau pengajarandengan bantuan komputer adalah pengajaran yang menggunakan komputer sebagai alat bantu .Komputer itu dapat dilengkapi sehingga memperluas fungsinya dan dapat digunakan sebagai mesinbelajar atau teaching machine. (Husni Idris)

Pembelajaran berbasis komputer (CBI), perangkat lunak yang digunakan dapat dimanfaatkan sebagai sistem pembelajaran individual. Selain itu, CBI dapat dimanfaatkan juga sebagai fungsi CAI. Secara lebih tegas Hernawan dkk (2004: 22) mengatakan bahwa Pembelajaran berbasis komputer merupakan program pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan perangkat lunak berupa program komputer yang berisi materi pelajaran. Lebih lanjut Hernawan mengatakan bahwa pembelajaran berbasis komputer merupakan istilah yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang menggunakan komputer dalam proses belajar mengajarnya baik sebagian maupun secara keseluruhan.

B. Penggunanaan CAI (Computer Assissted Instruction)

Dalam pembelajaran berbantuan komputer ini, peserta didik berhadapan dan berinteraksi secara langsung dengan komputer. Interaksi antara komputer dengan peserta didik ini terjadi secara individual, sehingga apa yang dialami oleh seorang peserta didik akan berbeda dengan apa yang dialami oleh peserta didik yang lainnya.
CAI juga bermacam-macam bentuknya bergantung kecakapan pendesain dan pengembang pembelajarannya, bisa berbentuk permainan (games), mengajarkan konsep-konsep abstrak yang kemudian dikonkritkan dalam bentuk visual dan audio yang dianimasikan.

Penggunaan CAI perlu direncanakan secara matang, baik menyangkut bahan ajar, waktu yang diperlukan, kompetensi yang akan dicapai, sarana pendukung lainnya sehingga peserta didik dapat berinteraksi aktif secara langsung dengan komputer yang disediakan atau dengan cara menjawab pertanyaan yang ditampilkan oleh komputer ataupun menyampaikan pertanyaan atau untuk memperoleh penjelasan yang lebih mendalam dari komputer, sehingga terjadi interaksi dialog yang komunikatif timbal balik antara peserta didik dengan komputer. Dalam merancang dan memilih CAI yang baik dan efektif perlu dipikirkan tujuan pemanfaatannya, keterkaitan dengan kurikulum, maupun kompetensi yang akan dicapai.

Dalam perspektif kita saat ini,banyak sekolah yang mulai menggunakan media elektronik seperti Televisi atau perangkat lainnya,termasuk yang cukup canggih dan popular,yaitu kompuetr. Komputer di dunia pendidikan tidak hanya dipergunakan untuk mempelajari seluk beluk computer saja,tetapi juga sebagai media instruksional(pembelajaran).Menurut Steinberg computer dapat membantu pembelajran dengan berbagai cara, yaitu dapat membantu pembelajaran dengan menampilkan seperti tutor, baik secara individual maupun secara kelompok kecil (Esther R.Steinberg : 1991) Sementara itu menurut Alessi dan trollip,program-program ini dikenal dengan istilah sebagai berikut :Computer Asissted Intructional (CAI) atau Computer Based Education (CBE) atau Intructional Assisted Learning (IAL) atau Intructional Aplication Computer (IAC) atau Computer Based Intruction (CBI).(Stephen, M.Allesi & Stanley R.Trollip : 1991)

Dalam pembelajaran berbantuan computer tersebut terjadi komunikasi dua arah secara intensif antara pembelajar dengan system computer. Ini dimaknai sebagai CAI interaktif. Selain itu dengan CAI memungkinkan pembelajar menerima stimulus(berupa informasi),siswa segera memberikan respon,dan system computer menyajikan umpan balik secepat mungkin setelah pembelajar member respon. Umpan balik yang diberikan computer diharapkan agar pembelajar selalu dapat mendorong dan meningkatkan kemampuan. Prosedur stimuli yang disajikan melalui layar monitor, respon pembelajar melalui papan ketik dan umpan balik yang berbentuk teks,suara atau gambar diarahkan berdasarkan struktur program yang dirancang oleh pengembang CAI.

Dengan pendekatan metodologi pembelajaran seperti ini, guru maupun siswa dapat berperancentral dalam mengoperasikan computer tersebut, ini berarti bahwa penggunaan CAI perlu direncanakan secara matang, baik menyangkut bahan ajar, waktu yang diperlakukan,kompetensi yang akan dicapai, sarana pendukung lainnya sehingga peserta didik dapat berinteraksi aktif secara langsung dengan computer ataupun menyampaikan pertanyaan atau untuk memperoleh penjelasan yang lebih mendalam dari komputer, sehingga terjadi interaksi dialog yang komunikatif timbal balik antara peserta didik dengan komputer. Dalam merancang dan memilih CAI yang baik dan efektif perlu dipikirkan tujuan pemanfaatanya,keterkaitan dengan kurikulum,maupun kompetensi yang akan dicapai.

C. Pembagian Model Program CAI menurut para ahli

Hannafin dan peck mengklasifikasikan model program CAI menjadi 4 model,yakni: (1) drill and practice, (2)tutorials, (3) simulation dan (4) instructional games games (Michael J.hannafin and Kyle L.Peck : 1988).

Model program CAI ini selaras dengan pengklasifikasian yang dilakukan Budiardjo, yang menyatakan bahwa jenis aplikasi CAI yang menarik meliputi : (1) latih dan praktek (drill and practice),(2) penjelasan (tutorial),(3)simulasi,dan (4)permainan.

Lockard dan kawan-kawan menjelaskan bahwa beberapa format CAI yang digunakan sampai saat ini meliputi : (1)drill and practice, (2)tutorials,(3)simulations,(4) instructional games,dan(5) problem solving (James Lockard,Peter D.Abrams and Weslwy A. Many : 1990)

Pengklasifikasian program CAI berfungsi untuk menentukan strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan belajar dan bagaimana materi ajar akan disajikan oleh komputer.

Sebelum mengerjakan program drill and practice,siswa dianggap telah mempelajari materi pelajaran.Meskipun programnya sederhana,namun aspek-aspek umpan balik dan penilaian harus ada.Bentuk soal latihan dapat berupa pilihan ganda,mengisi,atau benar-salah,sedangkan kesempatan jawaban dapat dilakukan berulang kali bila salah.Adapun pengertian dari model-model pembelajaran CAI, diataranya:

1. Program CAI Simulasi

Merupakan suatu presentasi atau model dari suatu kejadian nyata atau imajinasi dari suatu obyek, sistem atau beberapa kejadian. Program CAI simulasi masih mengandung elemen-elemen pokok dari sesuatu yang disimulasikan. Program CAI dengan model simulasi memungkinkan siswa memanipulasikan tanpa harus menanggung resiko yang tidak menyenangkan. Siswa seolah-olah terlibat dan mengalami kejadian sesungguhnya dan umpan balik diberikan sebagai akibat dari keputusan yang diberikannya.

2. Program CAI games instructional

Memiliki kelebihan yaitu mampu mendorong motivasi tinggi siswa. Terkadang ada mata pelajaran yang kurang menarik minat dan motivasi siswa, maka guru dapat menggunakan program CAI games instructional yang terintegrasi dan terseleksi secara baik. Program CAI instructional games dapat memberikan penguatan dalam mengajar keterampilan, konsep dan informasi. CAI permainan menawarkan kepada siswa kemungkinan-kemungkinan yang sangat menarik, tetapi hal itu harus terkait dengan tujuan utama dan yang terpenting dalam mengembangkan dan memberi penguatan yaitu menyaring beberapa aspek proses belajar. CAI permainan harus tetap menggunakan nilai-nilai pendidikan sebagai tujuan utamanya. Umumnya CAI model permainan terkait dengan bentuk kompetisi sebagai komponen motivasi.

3. Program CAI problem solving

Menyajikan situasi (masalah) pada komputer yang diselesaikan melalui suatu proses deduksi logika, sintesis dan implementasi. CAI problem solving, seperti halnya CAI simulasi, yang dikembangkan dengan melibatkan komputer digunakan untuk meningkatkan proses mengajar dan meningkatkan strategi pemecahan masalah tingkat tinggi.

4. Program CAI tutorial

Merupakan suatu program yang dirancang untuk bertindak sebagai tutor atau guru. CAI tutorial menyajikan informasi atau konsep baru melalui monitor, dan siswa diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan informasi atau konsep baru tersebut. Komputer berperan layaknya sebagai seorang guru. Siswa harus bisa berpartisipasi aktif dalam proses belajarnya dengan berinteraksi dengan komputer. Materi pelajaran dalam satu sub pokok bahasan disajikan lebih dulu kemudian diberikan soal latihan. Respon siswa kemudian dianalisis komputer dan siswa diberi umpan balik sesuai dengan jawabannya. CAI tutorial juga memberikan alternatif percabangan sub pokok bahasan, sesuai dengan kebutuhan belajar siswa dan persyaratan sub pokok bahasan tersebut. Semakin bervariasi alternatif percabangan sub pokok bahasan, maka akan semakin banyak individu siswa terlayani kebutuhan belajarnya.

Disamping itu program tutorial harus dapat menyesuaikan kecepatan dan tingkat kemampuan siswa. Program CAI tutorial menawarkan keuntungan baik bagi guru maupun bagi siswa. Keuntungan tersebut terdiri dari: (1) interaksi belajar, (2) belajar secara individual, dan (3) Efisiensi. Tidak seperti layaknya guru kelas, program CAI tutorial dapat mengatur kecepatan presentasi sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.

Dengan menggunakan teknik percabangan dan interaktif, CAI tutorial dapat memberikan intruksi tambahan bagi siswa yang membutuhkannya dan juga memperkenankan siswa yang mampu belajar dengan cepat untuk menyelesaikan materi ajar. Untuk kasus siswa yang memiliki kelambatan dalam belajar, program CAI tutorial akan dapat melayani sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga guru dapat menghemat waktu untuk melakukan tugas-tugas bimbingan yang lain.

Sedang menurut Soulier,program CAI dapat diklasifikasikan menjadi 6 strategi,yakni: (1) tutorials, (2) drill and practice, (3)simulations,(4) problem solving, (5) discovery Laboratory, and (6) games (J.Steven Soulier : 1988) Ditinjau dari peran apa yang diperankan program komputer, Merril secara spesifik menyatakan bahwa CAI merupakan penggunaan computer untuk membantu dalam aktivitas pembelajaran. Pada umunya digunakan dengan mengacu penerapan tutor,seperti misalnya member drill and practice,tutorials,simulation,and games (Paul F.Merril et al : 1996). Definisi ini selaras dengan Tailor dalam Merrill,yang menyatakan bahwa semua aplikasi computer dalam pendidikan dapat diklasifikasi sebagai tutor,tool atau tutee.

Dari keempat kajian diatas terdapat kesamaan dalam memandang perlunya pengklasifikasian program CAI, yaitu untuk menentukan strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan belajar dan belajar dan bagaimana materi ajar akan disajikan oleh komputer.

Patrick Suppens dan Richard Atkinson merupakan orang pertama yang menggunakan program CAI format drill and practice untuk bidang aritmatika dan membaca. Program CAI format drill and practice terdiri dari serangkaian soal-soal latihan guna meningkatkan keterampilan dan kecepatan berfikir pada materi ajar materi yang berkaitan dengan matematika dan bahasa asing.

Semakin bervariasi alternative percabangan sub pokok bahasan,maka akan semakin banyak individu siswa terlayani kebutuhan belajarnya.Disamping itu program tutorial harus dapat menyesuaikan kecepatan dan tingkat kemampuan siswa.Sebuah penelitian lintas negara dilakukan oleh Simonson dan Thompson yang mengemukakan bahhwa program CAI tutorial tidak dapat meniru pengetahuan individu guru dalam berinteraksi dengan seorang siswa. Dilain pihak, program CAI tutorial menawarkan keuntungan baik bagi guru maupun bagi siswa.Keuntungan tersebut terdiri dari: (1)interaksi belajar ,(2) belajr secara individual ,dan (3) Efisiensi. Program CAI tutorial yang dirancang secara baik akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dengan materi ajar yang tersjikan melalui monitor serta untuk berpartisifasi aktif dalam pengalaman belajarnya. Siswa harus memiliki kesempatan untuk melatih gagasan baru, bertanya, menguji hipotesis dan memeriksa kembali cakupan materi yang telah dipelajarinya. idak seperti layaknya guru kelas, program CAI tutorial dapat mengatur kecepatan presentasi sesuai dengan kebutuhan belajar siswa . Dengan menggunakan tekhnik percabangan dan interaktif, CAI tutorial dapat memberikan intruksi tambahan bagi siswa yang membutuhkannya dan juga memperkenalkan siswa yang mampu belajar dengan cepat untuk menyelesaikan materi ajar. Untuk kasus siswa yang memilki kelambatan belajar, program CAI tutorial akan dapat meleyani sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga guru dapat menghemat waktu untuk melakukan tugas-tugas bimbingan yang lain (Simonson and Thompson :1994).

Sumber: Risah Auliah, Model Pembelajaran CAI dan Penerapannya Di SD, (https://gifalytwinsa.wordpress.com/2010/01/07/model-pembelajaran-cai-dan-penerapannya-di-sd), diakses pada 6 November 2016

Popular posts from this blog

Reality Therapy

Nama Pendekatan Reality Therapy
Sejarah Perkembangan William Glasser lahir pada tahun 1925 di Cleveland,ohio. Glasser belajar teknik kimia di Case Western Reserve University di Cleveland, kemudian Glasser beralih ke Psikologi (MA, Psikologi Klinis, 1948) dan kemudian ke psikiatri. Glasser kemudian menyelesaikan pelatihan psikiatri di Veterans Administration dan UCLA Los Angeles.

Pada tahun 1946 Glasser menikahi Naomi Flasser. Pada tahun 1992 Naomi meninggal dunia karena penyakit kanker. Glasser tidak menganggap dirinya seorang bujangan yang baik dan pencariannya yang cukup sulit untuk mendapatkan pengganti pasangan hidup akhirnya mempertemukannya dengan Carleen Glasser,dan akhirnya menikahi dan mendapatkan kebahagiaan bersama istri keduanya. Carleen Glasser merupakan seorang instruktur senior di William Glasser Institute.

Glasser menolak model Freudian, yang disebabkan psikiatri psikoanalitik. Terapi realitas muncul dari ketidakpuasan Glasser dengan psikiatri psikoanalitik seperti …

Pengertian Citra dan Interprestasinya dalam Pengindraan Jauh

Pengertian citra menurut beberapa ahli diantaranya:

Menurut Hornby (1974), mengatakan pengertian citra yaitu:
Keserupaan atau tiruan seseorag atau suatu barang, terutama yang dibut dari kayu, batu, dan sebagainya.Gambaran mental atau suatu gagasan, konsep tentang suatu barang atau seseorang.Gambaran yang tampak pada cermin atau melalui lensa kamera.Menurut Simonet et al (1983), mengutarakan pengertian citra yaitu:
Gambaran objek yang dibuahkan oleh pantulan atau pembiasan sinar yang difokuskan oleh sebuah lensa atau sebuah cermin.Gambaran rekaman suatu objek (biasanya berupa gambaran pada foto) yang dibauhkan dengan cara optik, elektro-optik, optik mekanik, atau elektronik.Menurut Ford (1979), mengemukakan batasan pengertian citra pada dua istilah yaitu image dan imagery:
Image adalah gambaran suatu objek atau suatu perujudan suatu image pada umumnya berupa sebuah peta, gambar, atau foto.Imagery adalah gambaran visual tenaga yang direkam dengan menggunakan piranti penginderaan jauh.Interp…

KATA KERJA RANAH KOGNITIF (Cl – C6)

Berikut merupakan contoh kata kerja untuk ranah kognitif (C1 - C6)
Pengetahuan (Cl) Pemahaman (C2) Penerapan (C3) Analisis (C4) Sintesis (C5) Penilaian (C6) Mengutip Memperkirakan Menugaskan Menganalisis Mengabstraksi Membandingkan Menyebutkan Menjelaskan Mengurutkan Mengaudit Mengatur Menyimpulkan Menelusuri Mengkategorikan Menentukan Memecahkan Menganimasi Menilai Menggambar Mencirikan Menerapkan Menegaskan Mengumpulkan Mengarahkan Membilang Merinci Menyesuaikan